Ende Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Budaya Tidur Siang di Kota Ende dan Wisatanya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Dari negri di atas awan Dieng, kita menuju ke Kota Pancasila Ende. Tau ga kenapa Ende itu disebut sebagai Kota Pancasila? Karena di kota ini lahir Pancasila, tepatnya di bawah pohon sukun, yang sekarang dikenal dengan nama Taman Renungan Bung Karno atau Taman Renungan Pancasila. Ende adalah salah satu kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk menuju Ende bisa melalui Bandara H. Hasan Aroeboesman atau jalur darat dari Labuan Bajo- Wae Rebo-Bajawa-Riung kayak gue waktu itu. Ada wisata apa aja sih di Ende dan apa yang menarik?

Pantai Batu Biru Penggajawa

Pantai Panggajawa Indonesia A-Z
Pantai Panggajawa

Destinasi pertama yang gue datangi di Ende, setelah perjalanan 3 jam dari Taman Wisata Alam 17 Riung. Udah googling sebelumnya dan ini jadi destinasi wajib di itinerary Flores. Cantik dan unik banget pantainya, pasirnya hitam pekat dengan bebatuan biru dan hijau yang cantik. Kalau biasanya lihat batu ini jadi hiasan di taman, kali ini gue lihat terhampar indah sepanjang pantai.

Pantai Batu Biru Ende Indonesia A-Z
Batu biru di Pantai Panggajawa

Batu biru ini dijadikan sumber pemasukan masyarakat sekitar. Mereka mengumpulkan batu dari tepi pantai, ditaruh di karung untuk kemudian dijual. Gue lupa berapa harga jual per karungnya. Belum pernah ketemu pantai yang seperti ini. Ada yang mirip di Kupang, Pantai Kolbano, tapi batu didominasi warna putih dan coklat, pasirnya berwarna coklat.

Kelimutu

Danau Kelimutu Indonesia A-Z
Danau Kelimutu

Ini tujuan utama gue ke Ende, mau lihat Danau 3 Warna Gunung Kelimutu yang pernah ada di uang Rp 5.000. Hoki-hokian untuk bisa lihat 3 danau ini karena kadang tertutup kabut. Jangan berekspektasi warnanya sama persis dengan uang Rp 5.000 karena warna danau ini berubah-ubah. Perubahan warna danau ini dipengaruhi oleh kandungan mineral di dalamnya, aktivitas vulkanik, dan juga sinar matahari. Waktu yang paling pas ke sini pagi, jadi bisa menikmati matahari terbit dan melihat 3 danau itu.

Taman Renungan Pancasila

Taman Renungan Pancasila Indonesia A-Z
Patung Bung Karno dan pohon sukun

Cukup mudah menuju taman ini, tidak jauh dari titik KM 0 Kota Ende, tepatnya di utara Lapangan Pancasila. Ada pohon sukun dan patung Bung Karno sedang duduk di bawahnya. Di tempat ini dulu Bung Karno merumuskan Pancasila. Dari taman ini bisa jalan kaki menuju Rumah Pengasingan Bung Karno.

Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah Pengasingan Bung Karno Indonesia A-Z
Tempat tinggal Bung Karno di Ende bersama keluarganya

Harus dicek dulu sebelum ke sini, jam buka dan tutupnya. Karena pas ke sini dan ternyata tutup, sepertinya karena kesorean. Jadi cuma bisa lihat dari depan. Rumah ini dulu dipakai sebagai tempat tinggal Bung Karno dan keluarganya. Jaraknya sekitar 500 meter dari taman, 5 menit berjalan kaki.

Tenun Ende di Pasar Tradisional

Gue ga tau nama pasarnya, persis di pinggir jalan dan banyak jual kain dan syal tenun. Waktu naik angkot tanpa trayek begitu liat tenun, kita langsung minta berhenti di situ. Warna tenun Ende cenderung gelap, didominasi coklat dan hitam. Harga di pasar bisa ditawar, syal di sana tidak lebih dari Rp 100.000 saat itu (2014).

Budaya tidur siang

Kalau mau belanja lebih baik pagi, sebelum jam makan siang. Karena (saat itu) semua toko dan penjual di pasar tutup setelah makan siang. Baru buka lagi setelah jam 6 sore dan kembali tutup sekitar jam 8 malam. Waktu itu warung makan juga hanya 1 yang buka. Yap, mereka tidur siang. Unik memang budaya tidur siang ini.

Liburan panjang

Ada pengalaman berkesan selama di Ende, terpaksa extend 4 hari 3 malam di sana karena Gunung Sangiang di utara Pulau Sumbawa meletus di akhir Mei 2014. Total trip jadi 14 hari, dari yang rencananya 7 hari aja, itinerary Flores bisa dicek di sini. Mestinya setelah dari Kelimutu besoknya langsung menuju Kupang.

Bandara Ende waktu itu (2014) kecil dan ga ada penerbangan sore, jadi pas sore landasannya dipakai main bola sama anak-anak kecil di sana. Kebayang ga rasanya delay dari pagi sampe sore di hari kedua, ga bisa terbang hari itu, ga ada pesawat di landasan, adanya anak-anak kecil main bola. Hahaha salah satu pengalaman paling berkesan selama trip.