Festival Baliem Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Festival Lembah Baliem – Atraksi Budaya Fenomenal di Wamena

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Kontributor: Florentina Woro

Waktu awal tahun ngajak orang dan cari barengan ke Festival Lembah Baliem, kebanyakan dari mereka tanya, “Baliem dimana?” Semoga setelah baca cerita ini Baliem lebih dikenal. Pertanyaan selanjutnya ada apa di Baliem dan lain sebagainya. Festival Lembah Baliem merupakan acara tahunan yang sudah diadakan ke 29 kalinya di tahun 2018 ini, diadakan di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena. Di festival ini, suku-suku asli Papua khususnya sekitar Wamena berpartisipasi, seperti Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yali.

Festival Lembah Baliem Suku Lani Indonesia A-Z
Festival Lembah Baliem

Sudah dari beberapa tahun lalu berniat datang ke Festival Baliem ini, tapi baru terlaksana tahun ini. Di awal tahun ketika mendapat booklet 100 Wonderful Event Indonesia, gue langsung cari pasukan dan beli tiket. Cari informasi, baca blog, tanya sana sini, dan kebanyakan mengatakan harus pakai trip operator. Katanya di Wamena mahal dan ga aman. “Itu katanya…” Pengalaman kemarin sih ya, masih bisa kok jalan tanpa trip dengan sewa mobil dan booking penginapan jauh-jauh hari. Kalau cuma ke festivalnya aja aman, tiket masuk Festival Baliem 2018 itu Rp 25.000. Nah ke destinasi di luar festival itu yang banyak tantangannya.

Festival Lembah Baliem Wisata Minat Khusus

Atraksi Perang Festival Lembah Baliem Indonesia A-Z
Atraksi Perang Festival Baliem

Festival Lembah Baliem berlangsung selama 3 hari, 7-9 Agustus 2018. Hari pertama pembukaan festival dan beberapa atraksi seperti bakar batu. Hari kedua atraksi perang dan tarian. Hari ketiga atraksi perang, tarian, karapan babi, penutupan dan pengumuman pemenang lomba. Membosankan? Ga membosankan buat gue. Karena memang ini yang dituju, mau lihat langsung atraksi perang-perangan, tari-tarian, karapan babi, dan atraksi budaya lainnya. Ya bisa dibilang Festival Lembah Baliem adalah wisata minat khusus, bukan mass tourism. Orang yang tertarik dengan budaya atau fotografi yang akan datang ke sini.

Keindahan Budaya dan Alam di Baliem

Suku Dani Festival Lembah Baliem Indonesia A-Z
Suku Dani di Festival Lembah Baliem

(Hampir) semua wisatawan yang datang pasti mengabadikan moment di Festival Lembah Baliem. Setahun sekali atau seumur hidup sekali, datang dari jauh, dan disuguhi atraksi budaya Indonesia yang sangat unik, siapa sih yang ga mau ambil foto. Fotografer dengan lensa tele-nya berlari ke sana kemari, belum lagi drone yang terbang pendek – sudah diingatkan oleh MC tetap saja terbang pendek, mungkin hanya berjarak kurang 2 meter dari ujung tombak.

Wanita Papua dan Noken Festival Lembah Baliem Indonesia A-Z
Wanita Papua dan Noken

Memang sih, Baliem itu indah banget! Dikelilingi Pegunungan Trikora dan banyak suku adat dengan hiasan kepala yang sangat menarik perhatian. Taring babi di hidung menjadi ciri khas Suku Dani. Para wanita berdandan cantik dengan hiasan kepala dari bulu burung dan noken di belakang kepala. Atraksi perang menjadi daya tarik utama Festival Lembah Baliem, diceritakan bahwa pada jaman dulu, perang disebabkan oleh 3 hal, yaitu perempuan, tanah / hak wilaya, dan hewan peliharaan. Tentang pakaian adat suku asli Papua menjadi sedikit masalah di sosial media karena dianggap melanggar policy on nudity and sexual activity. Kalau pendapat gue pribadi, tergantung fokus masing-masing orang dan dari sudut pandang mana kalian melihatnya.

Pikon, Sikoko, Puradan, dan Karapan Babi

Alat Musik Pikon Festival Lembah Baliem Indonesia A-Z
Alat Musik Pikon

Di festival ini ada pertunjukan Pikon, alat musik tradisional Papua yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara ditiup. Selain itu ada juga perlombaan Sikoko (melempar pion ke sasaran) dan Puradan (menggulirkan anyaman rotan). Yang unik buat gue adalah atraksi karapan babi, seperti balap lari anak babi. Ada seekor anak babi yang keluar dari lintasan perlombaan dan berlari menyebrangi sisi lapangan. Bayangan gue sebelumnya adalah babi dewasa yang ikut karapan, ternyata anak-anak babi yang masih lincah.

Karapan Babi Festival Lembah Baliem Indonesia A-Z
Karapan Babi

Membuat Api tanpa Korek Api

Membuat Api di Festival lembah Baliem Indonesia A-Z
Membuat Api

Di festival ini juga diperlihatkan bagaimana membuat api tanpa korek, mereka hanya menggesek-gesekan kayu hingga menimbulkan api. Di keseharian, api itu digunakan untuk membakar batu yang akan digunakan untuk membakar ubi atau babi. Unik ya budaya di sana.

Koteka, Noken, dan Kopi Wamena

Koteka dan Noken di Festival Lembah Baliem Indonesia A-Z
Koteka dan Noken

Setelah selesai festival, gue menyempatkan diri mampir di pusat kerajinan khas Papua. Pastinya menjual noken dan koteka, selain itu juga dijual gelang dan cincin dari rotan, dan juga kopi arabika Wamena. Harga noken berkisar dari 200 ribu sampai jutaan untuk noken anggrek hutan.

Bagaimana cara ke Festival Lembah Baliem?

Akses paling umum dengan menggunakan pesawat dari Jayapura ke Wamena. Ada beberapa maskapai seperti Wings dan NAM Air dengan harga sekitar Rp 600.000 di tanggal festival.

Diperlukan waktu sekitar 45 menit dari kota Wamena ke Lembah Baliem dengan menggunakan mobil. Harga sewa mobil di dalam kota sekitar Rp 1.000.000 termasuk driver. Sebagian akses menuju festival rusak dan melewati pinggir sungau, tapi masih bisa dilewati mobil.

Tips Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem itu sangat direkomendasikan untuk kalian yang suka banget dengan atraksi budaya dan fotografi. Sedikit berbagi tips untuk Festival Lembah Baliem:

  • Jika mau ke sini tanpa trip operator bisa, tapi pastikan sudah mendapatkan hotel karena hotel selalu penuh saat festival.
  • Sebagian orang dengan pakaian tradisional ketika difoto, meminta uang atau rokok atau imbalan lainnya.
  • Pinang bisa menyebabkan mabuk, lebih baik menjaga jarak dengan orang yang memakan pinang.
  • Ditemani orang lokal ketika mengunjungi destinasi sekitar Lembah Baliem akan lebih baik.
  • Ga perlu minum pil kina untuk mencegah malaria sebelum ke Papua, cukup mengoleskan lotion anti nyamuk dan minum vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Jika menggunakan trip operator, pastikan mendapat foto asli penginapan karena kondisi penginapan belum tentu sama dengan yang ada di Google atau aplikasi online travel agent.
  • Tidak terlalu sulit mencari makan di Wamena, sudah banyak warung makan dengan harga yang masih terjangkau, sedikit lebih mahal dari Jakarta saja.
Ada apa lagi di Wamena selain Festival Lembah Baliem?

Banyak tempat menarik di sana selain Festival Lembah Baliem:

  • Kampung adat Suroba, Aikima, dan Jiwika
  • Pasir Putih Wamena
  • Balliem Valley Resort untuk menikmati sunset.
  • Batas Batu dan Danau Habema

Ada yang mau nambahin?

Salam dari Wamena,

Wa.. Wa.. Wa..