Pracima Tuin dan 11 Rekomendasi Kuliner Solo
Transit beberapa jam di Solo bisa makan apa aja? Ada beberapa rekomendasi kuliner yang bisa dicoba, salah satunya Pracima Tuin, makan di dalam Keraton Solo. Kenapa cuma transit? Karena tujuan utama ke Bukit Sekipan di Tawangmangu untuk event tahunan Siksorogo Lawu Ultra – weekend only tanpa cuti. Sebelum dan setelah sikso rogo (nyiksa badan) pastinya perlu makan. Karena kereta dari Stasiun Solo Balapan, jadi sekalian kuliner di kota. Ada kuliner apa saja di Solo? Berikut daftar kulinernya dan akan diupdate ketika balik ke Solo.
1. Pracima Tuin
Kalau ditanya, rekomen atau ga makan di Pracima Tuin? Jawabannya tergantung. Kalau cari experience dan cari suasana ini rekomen, tapi kalau buat rasa dan kepuasan makanan biasa aja. Ini tempat makan untuk dapetin experience, bukan buat makan kenyang – kalau review dari gue, Geena dan Rial (Desember 2024).
Cara Reservasi di Pracima Tuin

Untuk makan di Pracima Tuin, perlu reservasi, cek di bio Instagramnya. Gue reservasi online, dijelaskan ada beberapa peraturan, salah satunya pakaian rapih dan ga boleh pakai sandal jepit. Pakaian rapih maksudnya bukan kaos atau celana pendek, dan jangan pakai batik motif parang. Ditulis juga minimum order Rp100.000 per orang, kalau pesan makanan utama dan minuman seharusnya masuk minimum order. Hari H akan dapat Whatsapp untuk reminder reservasi dan cara menuju ke Pracima Tuin.
Cara Menuju Pracima Tuin
Untuk kendaraan roda 4 bisa drop-off di dalam lobby Pracimasana, masuk gerbang Puro Mangkunegaran barat belok ke kiri. Sedangkan untuk parkir di area parkir luar Pura Mangkunegaran. Aksesnya bisa dengan ojek online. Begitu sampai di area Pracima Tuin, perlu konfirmasi reservasi di depan pintu masuk. Untuk area tunggu hanya diperbolehkan di satu sisi lorong. Begitu kira-kira isi chat Whatsapp dari Pracima Tuin.
Berhubung sepatu basah dan bawa carrier, kami dipinjamkan selop dan boleh nitip carrier di ruang karyawan. Sambil nunggu, ada welcome drink berupa infuse water. Kami bertiga masuk sesuai dengan waktu reservasi, jam 4 sore.
Harga dan Menu Pracima Tuin

Menu lengkapnya bisa dilihat di sini. Dapat tempat duduk persis di sebelah jendela dan tangga menuju dapur, di ujung ruangan. Kesan pertama, mewah dan bersih pastinya. Kami bertiga pesan menu yang berbeda. Gue pesan dendeng age, Geena pesan lidah gongso, dan Rial pesan bistik pitik bumbu opor. Sengaja pesan 3 menu beda biar bisa cobain beberapa menu. Disclaimer: review makanan berdasarkan selera dan pengalaman penulis, jadi hanya referensi.

Pesan menu dendeng age karena nama unik dan termasuk di menu spesial. Pas datang, waah menarik, tapi kok kecil ya porsinya haha.. Dendengnya 4 potong tipis, disajikan dengan panggangan arang, tampilan nasinya cantik dikelilingi sausnya (santan). Gimana rasanya? Enak, tapi bukan yang wow. Setelah makan ini, gue lanjut makan selat solo, masih lapar 🙂

Tampilannya lebih sederhana dan porsinya lebih mengenyangkan dibanding dendeng age. Bumbu lidahnya enak dan potongan lidah cukup tebal. Sayangnya, garis di lidahnya kelihatan jelas, agak menurunkan nafsu makan.

Rasa dan bentuk paling aman dari 2 menu sebelumnya. Ayamnya berbumbu, bumbu opor sama kayak opor pada umumnya tapi kental, dan disajikan dengan mashed potato. Porsinya oke, tapi bukan yang mengenyangkan. Untuk minuman, kami pesan es belimbing wuluh dan es teh pracima, rasanya oke, bukan yang wow.
2. Selat Solo – Tenda Biru

Berhubung masih lapar dan kereta balik masih lama, gue lanjut makan selat solo. Ada banyak warung yang jual selat solo, rasanya kurang lebih mirip. Kalau ada yang bisa rekomen selat solo enak, boleh banget DM ya! Buat gue rasanya kayak makanan sehat haha, bukan yang berbumbu banget, cukup light dan pas buat makan dengan porsi kecil. Gue makan di Selat Solo Tenda Biru karena ini yang masih buka, 1 porsi selat galantin ini harganya Rp17.000, rasa dan porsi sesuai harga. Selain selat solo, di sini jual nasi gudeg juga.
3. Timlo – Sastro

Sempat juga cobain timlo di Timlo Sastro. Biar sama definisinya ya, timlo di sini berbeda dengan sup kimlo. Kalau dicari tau, awalnya adalah menu yang sama tapi beda di cara pengucapan dan isinya juga menyesuaikan. Timlo ini isinya telur, ati rempela, dan “sosis”. Jangan dibayangkan sausage, sosis yang dimaksud lebih mirip sosis solo yang diiris. Sosis solo itu sendiri adalah telur dadar (dengan tepung) yang digulung, diisi ayam, dan digoreng. Gue suka timlo ini, dengan harga Rp25.000 mengenyangkan dan isinya banyak. Cocok buat brunch, kalau sarapan lebih oke tambah nasi.
4. Tahu Kupat – Pak Gombloh

Salah satu kuliner di Solo yang gue suka! Murah dan enak di Tahu Kupat Pak Gombloh, 1 porsi harganya Rp9.000 dan kalau tambah telur jadi Rp14.000. Jadi tahu kupat itu isinya tahu yang digoreng garing, ketupat, bakwan, mie kuning dan kuah kecap, bisa tambah telur dadar. Warung tahu kupat ini buka pagi, cocok untuk sarapan.
5. Sup Galantine dan Sup Matahari – Kusuma Sari

Ada 2 lokasi Kusuma Sari, gue coba Kusuma Sari sebelah rel kereta. Berhubung baru selesai lari, agak kalap pesannya, jadi cobain banyak menu. Favorit gue mixed snack, isinya risoles, kroket, dan lumpia dengan homemade mustard. Minumnya susu jahe, enak banget karena jahenya dibakar dulu kemudian digeprek.

Yang terkenal di sini adalah sup matahari, yang ternyata isinya adalah ayam cincang dengan tambahan irisan jamur kuping, wortel, seiris sosis dan dibungkus dengan telur dadar yang dibentuk seperti matahari. Enak dan kuahnya light, high protein hahaha. Sup gelantine, agak mirip dengan selat solo, tapi tekstur daging seperti rolade dan di sini ada tambahan sedikit mashed potato dengan mustard. Cobain juga stoop makaroni (makaroni panjang), ada sedikit potongan ayam, berkaldu dan agak creamy. Menu lain yang dicoba, nasi goreng, ayam mentega dan es krim homemade mereka.

6. Soto Daging – Triwindu

Sotonya enak, kaldu bening ga lengket dan dagingnya empuk. Ada beberapa opsi tambahan lauk, paru, empal, lidah, sate telur puyuh, dan gorengan. Untuk satu porsi soto dengan nasi campur di harga Rp18.000. Gue pesan tambahan lauk paru goreng, pinggirnya garing dan tengahnya empuk, 1 porsi Rp20.000. Tambah sate maranggi 1 tusuk, kerupuk karak 1, sosis solo 1, dan teh tawar 1, totalnya Rp54.000. Harga soto standar, yang agak mahal harga lauknya, jadi kalau tambah banyak lauk, pasti akan lebih mahal dari harga soto. Lokasinya masuk ke jalan kecil, di sini.
7. Nasi Liwet

Nasi liwet isiannya ada sayur kuah dan lauk, biasanya telur atau ayam. Nasi liwet yang gue makan ada di sebrang Pasar Gede dan buat gue biasa aja karena porsi kecil, isi sedikit dan rasanya biasa aja. Dimana yang enak? Kalau info dari teman yang di Solo, yang enak yang ada di pinggir jalan, susurin aja pinggir jalan. Kalau waktunya banyak, kayaknya oke buat eksplor Solo cobain nasi liwet.
8. Jajanan Pasar di Pasar Gede

Ada banyak jajanan tradisional di Pasar Gede, dari es dawet, nasi liwet, pecel, soto, dan jajanan pasar yang manis. Gue beli gembus karena jarang yang jual di Jakarta. Ada banyak penjual jajanan ini di dalam Pasar Gede.
9. Harso Coffee

Mampir ke sini karena rating Google Review bagus. Lokasi strategis, pinggir jalanan dan tempatnya sederhana, 1 ruangan tanpa sekat, ada toilet dan beberapa kursi di trotoar persis di depannya. Kopinya enak, kisaran harga di 20-30 ribu untuk kopi dan 15-25 ribu untuk croissant dan browny. Gue coba signature coffe El Pesidente, cold brew dengan ekstrak lemon dan stroberi, ditambah madu dan aromanya unik karena ada potongan rosemary dan jeruk kering.
10. Orion

Toko Orion terkenal dengan kue lapis, ada yang biasa, spesial (lebih lembut karena esktra butter) dan kismis, harga 1 loyang sekitar Rp100.000. Kalau untuk snack sendiri, bisa juga beli yang sudah dipotong, isi 6 pcs harganya Rp45.000 untuk lapis yang biasa. Di sini juga menjual jajanan pasar dan snack lainnya. Selain lapis, gue rekomen arem-arem, enak dan cukup mengenyangkan.
11. Sop Iga dan Pecel Bu Ugi – Tawangmangu

Bonus rekomendasi kuliner adalah Sop Iga Bu Ugi di Tawangmangu. Kuahnya enak banget! Semangkuk sop iga Rp50.000, ada 3 potong iga, kalau beruntung dagingnya tebal dan empuk, tapi kalau lagi sial, dagingnya sedikit yang menempel di tulang. Ada pecel, gorengan, dan emping manis lebar (ini enak banget!). Kalau datang di jam makan siang, rame banget dan harus nunggu untuk dapat tempat duduk.
Kuliner Solo lainnya? Nanti diupdate ya kalau main ke Solo lagi. Kalau mau ada yang nambahin list, boleh banget loh.
