TRAVEL STORY

Puncak Indrapura Gunung Kerinci: Antara Gunung, Telaga, dan Matahari

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Menjadi gunung berapi tertinggi di Indonesa (3.878 mdpl), membuat gunung Kerinci memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendaki. Perjalanan yang panjang, hutan lebat, serta jalur pendakian yang terjal menjadi serangkaian adrenalin yang harus dilewati sebelum bisa menginjakkan kaki di Puncak Indrapura, puncak Gunung Kerinci. Bagi kalian penikmat ketinggian, tidak ada salahnya menjadikan berpetualang ke Gunung Kerinci sebagai pilihan destinasi selanjutnya.


Gunung Kerinci terletak di Kayu Aro, membutuhkan setidaknya 8 Jam untuk mencapai ke basecamp.

Kamu bisa menentukan dua titik awal keberangkatan, yaitu Jambi atau Padang. Dari situ, bisa sewa mobil menuju ke basecamp pendakian gunung Kerinci yang terletak desa Kayu Aro, Jambi. Sekitar 8 jam perjalanan menuju basecamp, tapi jangan kawatir, perjalanan tidak akan membosankan karena panorama alam akan memanjakan mata kalian. Siap-siap kamera standby ya!

 

Re-checking persiapan pendakian, lapor ke pihak Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat untuk perijinan, dan lengkapi perbekalan.

Sesampainya di Kayu Aro sebaiknya beristirahat selama 1 hari untuk mempersiapkan administrasi pendakian dan melengkapi perbekalan. Setidaknya pastikan kebutuhan logistik dasar seperti air, beras, lauk pauk sudah terpenuhi. Begitu juga dengan peralatan pendakian seperti tenda, matras, sleeping bag, flysheet, nesting dan kompor. Jika memang perlu ditambah, jangan sungkan juga untuk menyewa peralatan di basecamp. Pakai pakaian yang nyaman untuk pendakian, jangan pakai celana jeans ya! Selain sulit kering ketika basah, bahan jeans juga menyerap dingin.

 

Ini yang perlu dipersiapkan untuk pendaftaran pendakian Gunung Kerinci:

–    Isi formulir pendakian (team)

–    Kartu Tanda Penduduk

–    Surat sehat

–    Serta biaya administrasi per orang Rp. 15.000

 

Pastikan fisik kalian sudah dalam kondisi sehat. Jangan sungkan atau gengsi untuk menyewa porter dengan pertimbangan akan lebih memudahkan pendakian.

 

Perjalanan dimulai!

Pickup akan mengantar sampai Pintu Rimba sembari menyusuri kebun teh. Jarak basecamp – Pintu Rimba mencapai 10 KM, ada baiknya sewa pickup untuk diantar sampai sana. Dari basecamp, akan melewati tugu macan sebagai penanda sudah memasuki kawasan TN. Nah di sini bisa mampir untuk foto atau langsung melanjutkan menyusuri kebun teh.

 

Jika beruntung akan mendapatkan pemandangan yang jernih yang oke banget untuk difoto. Mulai dari aktivitas masyarakat yang sedang berladang, kombinasi awan dan pegunungan, serta suasana pedesaan di kejauhan yang khas. Indah!

 

Selamat datang di Pintu Rimba!


Hutan belantara siap menyambut kedatangan kalian para pendaki sejati. Rasakan langkah pertama kaki kalian di perbatasan ladang dengan hutan, the adventure just begin. Selebihnya adalah track yang menguji ketangkasan. Walaupun musim kemarau, kontur tanah masih tetap becek. Ditambah berakar dan berkelok-kelok. Hutan rimbun yang syahdu menemani langkah, pastikan tetap tenang, dan nikmati saja perjalanannya.

 

Setelah kurang lebih 6 jam waktu yang diperlukan untuk mencapai camping ground pertama (Camp 1). Setidaknya melewati 3 pos yaitu Pos Bangku Panjang, Pos Gardu Pandang, dan Pos 3. Camping ground ini ditandai dengan tanah lapang dan sebuah shelter yang berdiri jelas. Serta ada celah hutan sedikit yang terbuka yang berhadapan ke arah tenggara. Bisa dijadikan alternatif  untuk camping semalam di sini, baru melanjutkan perjalanan esok hari. Nikmati perjalananannya dan pastikan kondisi fisik tetap sehat, jika lelah, beristirahatlah dulu, jangan memaksakan diri. Tak akan lari gunung dikejar.

 

Camp 1 – Camp 3 (atap seng): rintangan yang 4x lebih sulit dan pastinya menguras tenaga.

Setelah istirahat cukup semalaman, siap melanjuti perjalanan. Dari Camp 1 ke Camp 3 akan memakan waktu yang lumayan agak panjang, yaitu sekitar 8 jam perjalanan. Hal ini karena medan pendakian yang lebih terjal serta akar-akar yang seringkali menguji ketangkasan.

 

Yang paling parah adalah saat tracking dari Camp 2 ke Camp 3, akar-akarnya gokil banget. Selayaknya ninja warrior, yang mesti bergelayutan dari satu akar ke akar lainnya. Di tengah-tengah track-nya seperti membentuk gorong-gorong, sehingga mau gak mau mesti melipir lewat samping-samping track. Seru kan!

 

Begitu sudah sampai di Camp 3, kepuasan batin terbayar sudah. Camp 3 merupakan batas vegetasi antara hutan belantara dan track pasir bebatuan. Dari sini bisa menatap cakrawala lebih bebas tanpa penghalang sedikitpun. Jika cerah kalian bisa melihat Gunung Dempo dan Bukit Barisan di sebelah selatan. Membuka tenda untuk bermalam di sini menjadi pilihan ideal. Besoknya baru deh summit attack.

 

Summit attack: usahakan jauh sebelum matahari terbit untuk mendapatkan momen sunrise terbaik di tanah tertinggi di Sumatera.

Agak malesin sih memang, pagi, gelap, dingin, mesti bangun untuk menuju puncak sekitar 03.00 WIB. Tapi ini yang terbaik untuk mendapatkan sunrise di Puncak Kerinci. Pastikan kebutuhan karbohidrat kamu terpenuhi sebelum menerjang track pasir berbatu, karena lumayan melelahkan. Bawa persediaan air secukupnya.

 

Setidaknya butuh waktu 3 jam untuk mencapai puncak Kerinci dengan treking ngeselin untuk medan pasir berbatu, maju 4 langkah merosot 1 langkah. Tenang, ini gak separah tracking summit Rinjani, apalagi Semeru.

Puncak Kerinci (3.878 mdpl), Antara Gunung, Telaga, Dan Matahari

Selamat!

Susah payah ini terbayarkan dengan kebanggaan memijakkan kaki di tanah tertinggi Sumatera. Dan di pagi hari, nikmati momen langka yang unik, jika melihat ke arah Timur, yaitu antara Gunung (tempat kamu berpijak), Telaga, yaitu Danau di Gugusan Gunung Tujuh, dan Matahari ada dalam satu garis lurus.

 

Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Di sini bisa mengabadikan momen terbaik bersama rekan sependakian dan juga Merah Putih!

 

Tracking Down, jangan lupa mampir ke Tugu Yudha.

Ini adalah tentang kisah sahabat sejati. Yudha, yang namanya begitu membumi di kalangan pendaki. Ia begitu pemberani sampai akhirnya dipilih oleh gunung sebagai yang dicinta. Mampirlah sejenak ke situs Tugu Yudha sesaat setelah turun dari puncak. Disana tertanam sejumlah in memoriam kecil tentang pendaki – pendaki yang hilang / meninggal di Gunung Kerinci. Mampirlah sebagai bentuk solidaritas sesama pendaki.

 

Isitarahat di Camp 3 lalu berkemas kembali ke basecamp dengan Selamat.

Ketika puncak sudah digenggaman, maka rumah dan keluarga tercintalah tujuan selanjutnya. Persiapkan diri kamu untuk turun menuju basecamp dengan melewati jalur yang sama menantangnya dengan yang sebelumnya. Biarkan diri kamu untuk merejuvenasi kelelahan, dan timpali dengan sesuatu yang hangat dan bertenaga seperti susu, teh, air jahe, juga kopi. Jangan acuhkan juga tawa canda dengan teman sejawat, karena itu menjadi pemacu semangat.

 

Setelah siap, saatnya turun gunung. Perjalanan turun akan memakan waktu relatif lebih cepat, yaitu sekitar 6 jam. Dan ingat, sampah yang kalian hasilkan harus dibawa turun. Agar tetap lestari alamnya. Demi kenyamanan kita, dan anak cucu kita kelak. Ingin mencoba keseruan mendaki gunung Kerinci?

 

Bersama kami Kelanesia, silakan atur jadwalmu di sini. Ayo mulai packing ranselmu dan kita mendaki bersama Kelanesia.

 

Kontributor: Fardil Khalidi

Foto oleh: Zuhri Tanjung