TRAVEL STORY

Wisata Jakarta – Cerita Museum di Tengah Kebun

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Setelah postingan pertama IAZ tentang Museum di Tengah Kebun, banyak yang penasaran dan ingin berkunjung ke sana. Apa yang menarik di sana? Koleksinya unik karena berasal dari lintas negara dan lintas zaman, seperti contohnya Cincin Pelacur. Cincin ini dipakai untuk “menandai” wanita. Ada topeng mummi, patung Caesar, patung Napoleon, dan masih banyak benda menarik lainnya di museum ini. Cerita di balik setiap koleksi pun berbeda tentang bagaimana cara mendapatkannya.

IAZ berkolaborasi dengan Indoreadgram untuk mengadakan ke trip ke museum dan storytellingworkshop pada Sabtu, 23 September 2017. Trip ini berbeda karena sesudah dari museum, sahabat IAZ belajar membuat travel story. Setiap kali kita berwisata, kita mendapat pengalamanbaru, foto-foto yang kece, dan sebagian besar orang ingin membagikannya di akun media sosialnya ataupun blog mereka.

Seperti teman-teman dari Indoreadgram dan sahabat IAZ lainnya, setelah mengeksplor Museum di Tengah Kebun bersama Mas Riki, mereka mengikuti storytelling workshop di Kopi Kecil, Salihara. Sesuai dengan tagline IAZ, yaitu kita berwisata, kita bercerita, sahabat IAZ akan menceritakan travel story Museum di Tengah Kebun. Mau tahu materi workshopnya? 

Setiap orang bisa bercerita. Awalnya mereka menceritakan secara verbal, kemudian dituangkan ke dalam tulisan dan di-posting di akun Instagram mereka. Yuk lihat cerita sahabat IAZ tentang Museum di Tengah Kebun.

 

Intan


Hari ini kami berwisata ke Museum di Tengah Kebun daerah Kemang Timur Jakarta Selatan. Siapa yang menyangka di daerah Jakarta Selatan, terdapat Museum yang menakjubkan. Kami juga bertemu dengan Pemilik Museum Tengah Kebun Bapak Sjahrial Djalil. Kami berkeliling Museum dan melihat banyak barang antik dan langka yang dipandu oleh ‘guide museum’ Kak Riki. Banyak hal yang menarik disini, salah satunya tata ruang makan yang sangat estetik, terdapat patung Dewi Sri yang dianggap sebagai Dewi Kesuburan, serta terdapat alat makan pada abad 18. Semua benda yang terdapat di Museum di Tengah Kebun berjumlah sekitar 4000-an. Itu semua dikelola dan diatur tata letaknya oleh Pak Sjahrial Djalil sendiri.

Beliau mengumpulkan barang barang tersebut sejak beliau muda hingga tahun 2010, akhirnya Beliau membuka Museum ini utk umum dengan tujuan ingin memberikan edukasi kepada pengunjung tentang barang barang sejarah yang harus tetap dilestarikan. Bukan hanya tentang barang-barang dari sejarah Indonesia saja tapi juga ada dari luar Indonesia. Hal yang juga paling menarik adalah cerita untuk mendapatkan barang sejarah tersebut yang membuat kami terkagum. Museum swasta terbaik ini di Jakarta ini sudah mendapat dua kali penghargaan dari Pemprov DKI.

 

Dheva

How well you spend your weekend?

Yah, ini salah satu weekend terbaik sepanjang hidup sih. Banyak informasi dan pelajaran yg kudapat dari pagi tadi. Aku dan teman2 berkunjung di salah satu museum terbaik (yg mungkin hampir warga Jakarta ga tau keberadaannya) di Jakarta, tepatnya di Kemang Timur, Jaksel. Tidak perlu fee utk masuk, tapi harus reservasi jauh2 hari ke pengelola. Kerennya, museum ini merupakan rumah tinggal juga oleh Bapak Sjahrial Djalil. Beliau sangat hobi mengumpulkan berbagai barang antik dan unik dalam 40 tahun hidupnya.

The best part is, aku bisa mempelajari nilai sejarah dari negara lain. Yg paling menarik perhatian adalah foto terakhir, cincin pel*cur yg didapat Pak Sjahril di Shanghai, China. Jadi, setiap pel*cur disana ditandai dengan memakaikan cincin tersebut untuk membedakan wanita yg benar atau “peliharaan” kaisar. Kenapa menarik? Nilai yg aku dapat sih, selain nilai sejarah, juga nilai sosialnya. Simbol yg dipakai manusia dapat diinterpretasikan manusia jenis apa kita ini.

Oya, akses ke museumnya gampang banget (mungkin pada ga sadar sering lewatin), literally samping kantor go-jek, seberang reading cafe. Toilet tersedia, dan kalo haus dapet minuman kok. Kita bakalan dipandu tour guide ketje, kayak mas Riki. Ga akan nyesel deh tour ke museum ini.

I thank to @museumditengahkebun, @indoreadgram, @indonesia_az for these great experiences. All the best 😎

 

Nathasi

 


[Weekend Berfaedah “Museum Tengah Kebun” Part 1]

 

JAKARTA- “Museum Tengah Kebun” Pernah mendengar nama itu?atau pernah berkunjung ke sana?

Yap, pada Minggu, (23/09/2017) aku berkunjung ke Museum Tengah Kebun (MTK) bersama Komunitas Indoread Gram dan Indonesia A-Z. Museum Tengah Kebun terletak di daerah Kemang No. 66 Jaksel. Museum ini milik swasta, lebih tepatnya rumah pribadi bapak Syahril Djalil. Seorang pengusaha yg juga kolektor benda seni. Ada 4.000 lebih benda bersejarah yg dipajang di MRK yg dikumpulkan dari berbagai negara di dunia, bahkan usianya pun mencapai ratusan tahun. Mulai dari abad ke-17 sampai ke-20.

Saat mengelilingi museum kami dipandu oleh ka Ricki seorang tourguide MTK yg dengan senang hati menjelaskan sejarah benda2 pusaka tersebut satu persatu. Ruangan2 di rmh pak Djalil memiliki nama yg berbeda2 sesuai dg salah satu nama benda favorit beliau yg dipajang di tiap2 ruangan. Salah satunya ruang keluarga pak Djalil yg dinamakan Budha Kamboja, karena di ruangan tsb ada patung Budha sehingga ia menamakan ruangan itu ‘Budha Kamboja’. Kemudian ada ruangan kamar tidur tamu yg dihiasi dg keramik2 porslin antik milik Jepang dan China. Ka Ricki bercerita, pernah suatu ketika ada tamu pak Djalil dari Jepang yg tdk bisa tidur krn selalu mimpi buruk. Akhirnya tamu itu tidur di pelataran rumah, tapi selama kami berkunjung ke sana suasananya menyenangkan kok.

Kemudian kami berkeliling menuju ruangan perak yg semua koleksi barang antik pak Djalil adalah brg2 antik dari perak yg keren2 bgt dan pastinya mahal. Dan ada satu lemari yg membuat ku terkesima, yakni koleksi benda2 peninggalan Islam. Seperti Alquran kuno, tempat Alquran, kitab2 kuno dan sajadah yg umurnya ratusan tahun. Selain melihat benda2 yg sebelumnya tdk pernah dilihat, kami juga menjadi tahu cerita dibalik benda itu. Setelah puas berkeliling mulai dari ruang depan, kamar tidur, kamar mandi pak Djalil yang luas, ruang makan, dan pelataran. Tour museum diakhiri dengan bersaintai di gazibu taman.

Suasanya sangat syahdu, byk pohon2 rindang yg mengelilingi taman. Ada pula kolam renang pak Djalil yg menggoda kami utk berenang.

[Weekend Berfaedah “Museum Tengah Kebun” Part 2]

Museum Tengah Kebun Membuat kami, terutama aku jadi ingin sekali memiliki rumah yg serupa. Rasa2nya jadi ngak mau keluar rumah kalau punya rumah seperti itu. Sangat menyenangkan! Mengakhiri tour museum, kami pun turut foto bersama di depan pintu masuk museum sambil membuat video oleh tim Indoreadgram.

Menyenangkan sekali akhir pekan kali ini dengan mengunjungi Museum Tengah Kebun. Jika kalian ada wkt sesekali kunjungi museum ini. Selain menginspirasi, tour museum juga menambah wawasan akan sejarah Nusantara dan Dunia.

Selamat berkunjung!

 

Khairunnisa


Kalian pernah jalan-jalan berfaedah ?

Biasanya kemana ?

Pernah ke museum ?

Nah, kebetulan hari ini gw berkesempatan untuk jalan-jalan seru + berfaedah nih bareng @indoreadgram dan @indonesia_az yakni ke @museumditengahkebun , yeaaay !

Museum ini letaknya di Kemang, iya, salah satu daerah hits di Jakarta ini ternyata punya museum keren loh, tepatnya ada di Kemang timur. Museum di tengah kebun ini, selain sebagai museum, tempat ini juga dialokasikan sebagai kediaman pribadi dari pemilik barang-barang antik museum, Pak Syahril Jalil. Kurang lebih ada 4000 koleksi yang dipamerkan di museum ini, dari yang berusia sebelum Masehi (SM) sampai abad ke 20.

Ada satu koleksi beliau yang ikut dipamerkan di museum tengah kebun, yakni topeng mumi. Menurut cerita, jenazah yang akan dimumikan biasanya diberi topeng berbahan pahatan kayu untuk melapisi wajahnya. Topeng mumi yang berasal dari abad ke-2 SM ini terlihat masih awet dan berbentuk seperti aslinya.

Selain suasana museum, kalian juga bisa merasakan asrinya kebun dan nyamannya suasana rumah loh. Sok, mangga yang kepo, bisa langsung datengin tempatnya (reservasi terlebih dahulu), @museumditengahkebun .

 

Emilia

Tahun lalu sering lewat tempat ini kalau pulang kerja, nggak pernah tau ini tempat seperti apa. Setelah masuk dan dengerin penjelasan, malah pengen balik lagi buat belajar lebih banyak. Story yang dibangun gak cuma dari koleksinya, tapi juga dari pembangunan rumahnya. Selain itu, karena museum ini swasta aka dikelola sendiri, personal touch dan personal feelingnya kental. Saya merasa kayak lagi berkunjung ke rumah eyang dan dengerin cerita hidupnya ihiw :3

Koleksinya keren-keren dan beberapa belum saya temukan sejauh saya jelajah museum di sekitaran Jakarta, Sangiran, dan Bukuran. Seneng bgt bisa ke sini. Mau main lagi! 😀

 

Terima kasih, @indonesia_az@indoreadgram @museumditengahkebun@permanarikie for making things possible and for the superfun learning!

 

Ariel

 

In this first collaboration event by @indoreadgram and @indonesia_az, we visited an outstanding personal museum made by mr.djalil (middle) which has thousand of artifacts and art that mr.djalil himself collected for public to see and enjoy.

After that we did a writing class with indonesian_az about what we just saw at that museum

Long live indonesian museum~~

 

Yoshua

Went to Museum di Tengah Kebun this morning and felt nostalgic. The last time I went to museum was years ago when I was on elementary school. Amazed when I saw some relics from Indonesia and around the world because I’m kinda into history and mythology. The background story of the relics were very amusing. I didn’t take a lot of pictures because I was busy looking around 😁. I only took 2 pictures, the marble busts of Julius Caesar and Napoleon Bonaparte. One thing that I like from this museum is its large garden (unfortunately, no picture of it). It’s free to visit this museum but you have to make a reservation first. Still, it’s worth to visit this museum.

 

Lauren

Patung ini merupakan salah satu dari 4000 koleksi Museum di Tengah Kebun yg berlokasi di daerah Kemang. Siapa yang menyangka di daerah kawasan Jakarta Selatan ada sebuah museum. Pengalaman yang seru ketika datang ke sana karena museum itu sebenarnya ialah rumah sehingga rasanya sangat nyaman. Setiap koleksi benda disana pun mempunyai arti nya tersendiri

 

Storytelling Workshop

Menarik bukan? Setiap orang punya interest dan gaya penulisan yang berbeda-beda. Ada lebih dari 4000 koleksi di museum ini. Dengan penjelasan dari Mas Riki sebagai storyteller, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman baru, dan pastinya membagikan cerita tentang Museum di Tengah Kebun ini. Semakin banyak cerita yang dibagikan, semakin banyak informasi yang diperoleh pembaca.

Jika kalian ingin berkunjung ke sana, bisa mengontak Mas Riki atau Mas Rian di fitur storyteller. Mau lihat foto-foto museumnya? Kalian bisa mengunjungi Instagram @museumditengahkebun.

Kita berwisata, kita bercerita.