Orang Utan Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Wisata Tanjung Puting – One Day Trip ke Rumah Orangutan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

One day trip ke Tanjung Puting memang bisa? Bisa banget dong.. Gue yang fakir cuti lebih memilih ke Tanjung Puting pas weekend dengan share cost, lebih fleksibel untuk ngatur waktunya.

Ngapain Ren ke Tanjung Puting?

Lihat orangutan.

Di Ragunan kan juga ada….

*senyumin aja*

Sungai Sekonyer Indonesia A-Z
Taman Nasional Tanjung Puting, foto dari Drone-nya Al

Wisata Tanjung Puting bisa dibilang sebagai wisata minat khusus karena menarik untuk dikunjungi bagi orang yang suka petualangan dan tertarik dengan orangutan, bekantan, atau primata lainnya. Ga semua orang mau menyusuri sungai gambut yang ada buayanya selama 8 jam. Buat gue yang penasaran dan bosan dengan tempat wisata yang terlalu rame, Tanjung Puting jadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

Bandara Iskandar – Pelabuhan Kumai

Demi memaksimalkan waktu, gue memilih penerbangan paling pagi dari Jakarta di hari Sabtu, yaitu 6.40 dan tiba di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun pukul 08.00. Rombongan gue ada 9 orang, 3 cewek dan 6 cowok, terbagi ke 2 mobil sewaan, dimana harga sewa per hari Rp 250.000/mobil tidak termasuk supir dan bensin. Perjalanan dari Bandara Iskandar ke Pelabuhan Kumai memakan waktu sekitar 30 menit. Di situ klotok berkapasitas 15 orang dan 2 orang guide sudah menunggu. Guide-nya cewek, merangkap sebagai tukang masak. Klotok adalah alat transportasi khas Kalimantan untuk menyusuri sungai. Yap, kali ini kami akan menyusuri Sungai Sekonyer dan disambut dengan patung orangutan.

Pintu Masuk TNTP _ Indonesia A-Z
Pintu Masuk TNTP

Sungai Sekonyer

Sungai Sekonyer adalah satu-satunya akses menuju Taman Nasional Tanjung Puting. Pemandangan di kiri dan kanan berupa pohon nipah, daunnya bisa diambil untuk atap. Di awal perjalanan belum terlihat bekantan, apalagi orangutan. Klotok kami sempat berhenti di Desa Sekonyer untuk mampir di warung, salah satu warung yang kami temui sepanjang perjalanan. Makin ke hulu, air sungai mulai berganti warna dari coklat menjadi hitam kelam, menandakan kami semakin mendekati Camp Leakey. Hitamnya air sungai disebabkan karena limbah penambangan. Kami sempat melihat beberapa bekantan di perjalanan ke Camp Leakey. Sekitar 4 jam menyusuri Sungai Sekonyer kami habiskan dengan makan siang dan tidur siang, pastinya setelah puas ngobrol dan ketawa sepanjang perjalanan.

Sungai Sekonyer Siang _ Indonesia A-Z
Sungai Sekonyer Siang
Klotok di Dermaga Camp Lakey
Klotok di Dermaga Camp Lakey

Camp Leakey

Camp Leakey salah satu tempat feeding orangutan di Tanjung Puting. Kenapa memilih Camp Leakey? Padahal ada 2 tempat feeding lainnya, yaitu Camp Tanggui dan Camp Tanjung Harapan. Karena Camp Leakey yang waktu dan lokasinya paling pas dengan jadwal kami yang hanya one day trip. Sekitar 13.30 klotok kami sampai di Camp Leakey. Kalau kata guide, lebih banyak orangutan di Camp Tanjung Harapan, tapi Tanjung Harapan tidak seterkenal dan terekspos seperti Camp Leakey. Dari dermaga ke Camp Leakey kami berjalan kaki sekitar setengah jam. Tips: pakai alas kaki yang nyaman untuk treking.

Orang Utan di Tanjung Puting 2 _ Indonesia A-Z
Orang Utan di Tanjung Puting
Orang Utan di Tanjung Puting _ Indonesia A-Z
Orang Utan di Tanjung Puting

Feeding time di Camp Leakey ini, jam 2 sampai 4 sore, sepintas mirip di kebun binatang karena pengunjung berada sekitar 3 meter dari “panggung kayu” yang ditebar pisang dan buah-buahan lainnya, dan juga dibatasi tali. Jadi jangan berekspektasi akan bertemu orangutan di perjalanan dari dermaga ke hutan. Apalagi ketika musim buah seperti kemarin, orangutan sudah tercukupi makanannya di hutan. Sesekali orangutan akan bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya, tapi mereka ga mendekat ke arah pengunjung. Mayoritas pengunjung itu wisatawan mancanegara (wisman), kayaknya kemarin cuma ada 2 rombongan lokal termasuk gue. Buat gue sih tetap menarik ngelihat orangutan sebanyak dan sedekat itu di satu tempat, yah walaupun beda sama ekspektasi gue awalnya. Oiya di Camp Leakey ini ada information center dimana kalian bisa melihat family tree dari orangutan yang ada di sini. Kalau ditanya berapa tiket masuk Camp Leakey, gue ga tahu karena memilih paketan dengan klotok. Kami menyewa klotok seharga Rp 3.500.000 termasuk makan siang, makan malam, dan sekardus air mineral gelas.

 

Pengunjung TNTP _ Indonesia A-Z
Pengunjung TNTP

Kunang-kunang dan langit bertabur bintang

Dari Camp Leakey, klotok putar balik menuju Pelabuhan Kumai. Perjalanan balik sensasinya berbeda, matahari tidak terik dan lebih banyak bekantan yang kami temui. Tiduran di deck depan sambil ngobrol dan makan kuaci the best sih buat gue, ini baru namanya liburan. Hahaha..

Sore itu sunset di Sungai Sekonyer juga juara banget! Warna langitnya berubah dari orens jadi violet. Perjalanan menyenangkan hari itu ditutup dengan langit bertabur bintang dan cahaya kunang-kunang di antara pohon nipah. Yah ga semua yang indah bisa diabadikan dengan kamera, kadang cukup dinikmati saja di tempat. Gue ga moto atau rekam kunang-kunang atau bintang malam itu. Kalau mau dianalogikan, kunang-kunang itu mirip dengan lampu pohon natal saking banyaknya, terus lihat ke atas deh, langitnya bertaburan bintang. Ini cakep banget!

 

Sungai Sekonyer Sunset _ Indonesia A-Z
Sungai Sekonyer Sunset

Sepanjang perjalanan ke Kumai, gue melihat banyak klotok yang bersandar di dekat pohon nipah. Mereka adalah pengunjung yang menginap di klotok, mayoritas wisman pastinya. Oiya, untuk ke Tanjung Puting disarankan membawa jaket karena semakin malam semakin berangin. Sekitar jam 8 malam kami sampai di Pelabuhan Kumai dan menuju Mess Matahari, untuk review Mess Matahari bisa dilihat di blog ini. Gue merekomendasikan Mess Matahari untuk kalian yang mau menginap di Pangkalan Bun dengan budget terbatas karena bersih, dapat sarapan, dan tidak jauh dari pusat kota. Untuk cerita hari kedua, di Pangkalan Bun ada di sini.

Mau tahu itinerary lengkapnya? Cek di sini.
Klotok Sekonyer
Klotok rombongan kami. Foto kece ini dari drone Al.