Walking Tour Pasar Minggu Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Walking Tour – Pasar Minggu

Ikut walking tour di rute yang puluhan tahun gue lewatin itu mixed feeling banget. Ada flashback tahun 90an lihat spanduk bioskop atau foto kereta api yang tiketnya masih dibolongin. Ada juga cerita yang gue belum pernah dengar sebelumnya atau kuliner legend yang sudah disaved di map tapi belum sempat dicoba. Rute walking tour-nya ga biasa, bukan Glodok, Kota Tua, atau Pasar Baru, tapi di Pasar Minggu.

Unlocked Historical – Pasar Minggu

Pertama kali ikut walking tour dengan Unlocked Historical, karena punya rute Pasar Minggu dan waktunya pas. Harganya Rp89.000 termasuk kuliner legend di akhir tour. H-1 dibuatkan group WA untuk koordinasi dan ada booklet tentang Pasar Minggu di hari H. Meeting point di depan Kopi Kenangan Stasiun Pasar Minggu jam 8 pagi. On schedule dan rapih.

Tentang Pasar Minggu

Pasar Minggu 1957 Indonesia A-Z
Pasar Minggu 1957

Dinamakan Pasar Minggu karena dulunya pasar ini hanya buka di hari Minggu dan menjual buah dan sayur saja pada tahun 1.800an awal. Pasar di abad ke-18 itu buka sesuai harinya. Pasar Senen, Pasar Selasa di Koja, Pasar Rebo, Pasar Kamis di Tangerang dan Jatinegara Mester, Pasar Jumat di Lebak Bulus, dan Pasar Sabtu di Tanah Abang.

Awalnya, Pasar Minggu dinamakan Pasar Tanjung Barat (lokasinya dulu di Poltangan), dimana Pasar Tanjung Timur saat ini menjadi Pasar Rebo. Pasar Minggu yang sekarang tidak hanya menjual buah dan sayur, bahkan di Pasar Minggu terkenal dengan toko perabot dan sofa karena warga Betawi (yang dulu banyak tinggal di sini) kalau seserahan memberikan perabot.

Stasiun Pasar Minggu

Stasiun Pasar Minggu 1957 Indonesia A-Z
Stasiun Pasar Minggu 1957

Stasiun Pasar Minggu dulunya disebut Halte Pasar Minggu dan memiliki peron terbuka, jadi siapa saja bisa berjualan di situ. Yang paling gue inget, rusuh, banyak copet, banyak yang naik di atas kereta api sebelum KRL kayak sekarang. Kalau dulu dibilang naik kereta dari Stasiun Pasar Minggu, rasanya horror karena bayangin copet dan rusuhnya, kalau sekarang? Jauh lebih baik, berdesakan tapi teratur, ada petugasnya, dan semua penumpang di dalam kereta. Sudah beda banget.

Gardu ESS Indonesia A-Z
Gardu ESS

Peninggalan Stasiun Pasar Minggu yang lama yang masih ada adalah Gardu ESS (Elektrische Statspoorwagen). Dulu hampir setiap hari lewati ini tapi ga pernah notice itu gardu untuk menstabilkan daya di kereta, letaknya per 5-10KM. Saat ini sudah tidak dipakai, tapi beberapa gardu ini masih ada di stasiun tertentu seperti Lenteng Agung dan Citayam.

3 Bioskop di Pasar Minggu

Dari Gardu ESS, kami bergerak menuju area pasar. Waktu kerusuhan 1998, toko-toko di area pasar dijarah dan Robinson Pasar Minggu dibakar. Yang menarik di area pasar ini ada 3 bioskop.

Bioskop Lingga Indah

Loket Bioskop Lingga Indah Indonesia A-Z
Loket Bioskop Lingga Indah

Bioskop Lingga Indah adalah bioskop paling modern yang ada di area Pasar Minggu ini pada zamannya. Di tahun 1980an masuk film Hollywood dan Hongkong, film baru akan tayang lebih awal di sini dibanding Bioskop Nirwana. Bioskop ini tutup di tahun 2000an awal.

Studio Bioskop Lingga Indah Pasar Minggu Indonesia A-Z
Studio Bioskop Lingga Indah

Dengan didampingi petugas, kami masuk ke dalam studio yang sudah tidak dipakai. Gue baru tau pintu masuk studionya dari situ, dulu cuma sering lihat posternya dari luar. Berdebu, banyak kayu-kayu bongkaran, dan sudah tidak ada kursinya.

Bioskop Nirwana dan Bima

Bioskop Bima dan Nirwana Pasar Minggu Indonesia A-Z
Bioskop Bima dan Nirwana

Bioskop Bima dan Nirwana berada di satu bangunan yang sama. Lokasi Bima berada di bawah Nirwana, iya di lantai bawahnya. Bioskop Nirwana mirip seperti Lingga, namun filmnya telat (setelah diputar di Lingga), ada film India dan Cina juga. Sedangkan di Biskop Bima lebih banyak film India. Yang menarik di Bima, saking panjangnya film, ada waktu istirahatnya dulu di tengah. Di sini juga banyak calo tiket karena antriannya panjang, calo menjual tiket dengan harga 2x lipat.

2 bioskop ini tutup di awal tahun 1990an ketika VCD dan DVD mulai masuk, terlebih yang bajakan. Gue inget banget, Gang Bima yang persis di depan bioskop ini dulunya ramai dengan penjual VCD dan DVD bajakan. Kalau lewat di gang ini, super padat.

Terminal Pasar Minggu

Teminal Pasar Minggu Indonesia A-Z
Teminal Pasar Minggu

Dari Bioskop Nirwana, jalan menelurusi pasar basah menuju Terminal Pasar Minggu. Pasar basah karena banyak yang jual ayam, ikan, dan buah-buahan. Sesuai dengan lagu ciptaan Adikarso tahun 1957 tentang pepaya, mangga, pisang, jambu. Gue sekalian beli pisang di sini, murah banget Rp5.000 sekantong, tapi memang yang harus habis di hari itu atau maksimal besoknya. Tetap aja murah dan banyak, gue bagi ke beberapa peserta walking tour, berat hahahaha.

Terminal Pasar Minggu sampai saat ini masih beroperasi, gue kadang naik Damri ke Bandara Soetta dari terminal sini. Dulunya terminal ini banyak copet dan kurang teratur, sama horornya kayak stasiun di zaman itu. Bus yang hits lewat sini ada Metromini, Kopaja, Sukmajaya, dan Miniarta.

Pepaya Pasar Minggu Indonesia A-Z
Pepaya di Pasar Minggu

Kuburan Cina

Kuburan Cina di Pasar Minggu Indonesia A-Z
Kuburan Cina di Pasar Minggu

Dari Terminal Pasar Minggu, jalan lewat belakang pasar menuju Makam Cina di komplek pemakaman yang dikenal dengan nama Sentiong. Jalan ke sini berasa mau nyekar ke kakek gue. Untuk makam yang baru, sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan bongpay seperti di foto, hanya nisan seperti makam pada umumnya.

Salah satu makam yang masih menggunakan bongpay adalah makam Ong Kin Goan, pengusaha susu sapi asal Pasar Minggu. Yes dulunya Pasar Minggu pernah menjadi sentra susu perah, gue baru tau. Peternakan sapi perah yang sapinya jenis Frisian sehingga dijuluki Friesche Terp atau Gundukan Frisia.

Mie Ayam Engkong Ahin

Engko A Hin 1980 Indonesia A-Z
Engko A Hin 1980

Ini adalah spot akhir walking tour Pasar Minggu, brunch mie ayam Engko A Hin yang terkenal sejak 1980. Mie-nya enak, tekstur kenyal dan tipis, topping ayamnya dan kuahnya berbumbu. Baso juga oke. Seporsi Rp15.000 dan Rp20.000 dengan baso. Kalau tambah kotak Rp2.000. Paket walking tour sudah termasuk mie ayam ini, air mineral dan es kelapa.

Mie ayam Engko A Hin Pasar Minggu Indonesia A-Z
Mie ayam Engko A Hin Pasar Minggu

Pengalaman walking tour dengan unlocked historical menyenangkan, penjelasannya detail dan termasuk makanan dan minuman di akhir. Cuma gue ga dengar jelas penjelasan tentang kebun percobaan dan pusat hortikultura di Ragunan, karena peserta duduk berjajar di warung sebelah mie ayam dan guide di ujung.