Pendakian Kerinci 2H1M via Kayu Aro Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Puncak Indrapura Kerinci 2 Hari 1 Malam via Kersik Tuo

Cukup ga Kerinci 2 hari 1 malam? Cukup kok dan kebanyakan orang naik Kerinci via Kersik Tuo 2 hari 1 malam. Trek Kerinci yang sesungguhnya itu dari Shelter 2 ke 3, mulai berasa dari Shelter 1. Pilih Kerinci karena hutannya cantik, banyak tanaman yang ga ada di Jawa, dan jalurnya menantang. Jalur naik menguji fisik, jalur turun menguji mental, apalagi pas hujan.

Pemandangan jalur pendakian di Kerinci Indonesia A-Z
Pemandangan jalur pendakian di Kerinci, cakep banget!

Padang – Kayu Aro sekitar 8 jam

Tugu Macan Kerinci Indonesia A-Z
Tugu Macan di Kayu Aro

Perjalanan dari Padang ke Kayu Aro sekitar 8 jam. Pemandangannya menyenangkan, lewat Alahan Panjang, ada Danau Di Atas dan Danau Di Bawah. Kemudian hutan, jalanan tanpa aspal dan rumah penduduk. Sampai di base camp jam 9 malam, Homestay Nusantara di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro. Lokasinya ga jauh dari Tugu Macan.

Homestay Nusantara di Kayu Aro

Homestay Nusantara Indonesia A-Z
Kamar di Homestay Nusantara

Homestay Nusantara cukup nyaman, bangunan baru, bersih dan hangat. Ada kamar mandi dalam, matras, dan selimut. Ternyata calon teman setenda gue pertama kali naik gunung dan ke Kerinci. Kaget hahaha, berusaha tenang dan jauhin pikiran kalau kejadian di Pangrango waktu turun bisa keulang.

Briefing Pendakian Kerinci

Rute Pendakian Kerinci via Kayu Aro Indonesia A-Z
Rute Pendakian Kerinci via Kayu Aro, sumber: gunungbagging.com

Sarapan nasi goreng 6.30 sambil briefing dan berangkat di 7.15. Briefing singkat dan cukup jelas, diinfo medannya seperti apa, estimasi waktu pendakian dan dimana sumber mata air. Gue memastikan bisa refill air di trek, katanya ada sumber air di pos 2, shelter 1 dan shelter 3, jadi gue cuma bawa air 2 liter supaya ga terlalu berat. Gue pakai carrier 33 liter.

Taman Nasional Kerinci Seblat Indonesia A-Z
Taman Nasional Kerinci Seblat

Jalur pendakian Kerinci ada Pos 1, Pos 2, Pos 3, Shelter 1, Shelter 2, dan Shelter 3. Akan makan siang di Shelter 1 sekitar jam 12 dan camp area di Shelter 3 di ketinggian 3.306 MDPL. Trekking pole disarankan dilipat dari Shelter 2 ke 3 karena banyak manjat. Dan asuransi pendakian sebenarnya hanya meng-cover sampai Shelter 2 di ketinggian 3.056 MDPL. Shelter 2 sampai ke puncak adalah tanggung jawab peserta dan TO yang membawa.

Pintu Rimba Kerinci via Kayu Aro Indonesia A-Z
Pintu Rimba Kerinci via Kayu Aro

Setelah briefing, dibekali makan siang nasi bungkus + piring dan sendoknya untuk dibawa masing-masing peserta. Kami naik mobil pick-up dari penginapan ke arah pintu rimba, selanjutnya jalan kaki beberapa ratus meter. Ada 3 guide (porter yang merangkap guide) dengan 9 orang peserta, 3 di antaranya pertama kali naik gunung dan 1 peserta sudah pernah ke Kerinci.

Pintu Rimba – Pos 1: 15 Menit

Pos 1 Kerinci - Pos Bangku Panjang 1.915 MDPL Indonesia A-Z
Pos 1 Kerinci – Pos Bangku Panjang 1.915 MDPL

Start pendakian di 8.30 dari Pintu Rimba. Medannya tanah dan akar, masih relatif datar dan teduh. Pagi itu cuaca cerah, jadi jalurnya menyenangkan dan hanya 15 menit sampai di Pos 1. Istirahat sebentar sambil nunggu yang lain. Kalau baru sampai Pos 1 masih berasa trekking ceria.

Pos 1 – Pos 2: 20 Menit

Pos 1 ke Pos 2 medannya tanah dan akar, mulai sedikit menanjak. Rombongan mulai kepisah 3, gue di rombongan tengah. Istirahat lagi sambil nunggu yang di belakang. Di sini ga ada pondok, hanya penanda pos 2. Sambil jalan sambil membahas jalur harimau, info dari guide, beda jalur dan ada monitoring-nya, jadi aman seharusnya di jalur ini. Dan harimau di sini disebut dengan Datuk, sebagai penghormatan untuk sosok yang dituakan.

Trek Kerinci Pos 1 ke Pos 2 Indonesia A-Z
Trek Kerinci Pos 1 ke Pos 2
Pos 2 Kerinci Pos Batu Lumut 2.020 MDPL Indonesia A-Z
Pos 2 Kerinci Pos Batu Lumut 2.020 MDPL

Pos 2 – Pos 3: 35 Menit

Pos 2 ke Pos 3 medannya lebih menanjak dan menantang, dominasi akar. Di Pos 3 ada pondok, cukup lama istirahat di sini sekitar 10 menit sambil nunggu yang lain. Rombongan pertama sudah jalan duluan dari Pos 3 dan gue telat ikut mereka, jadi gue jalan bareng rombongan Malaysia yang cukup rame menuju Shelter 1.

Trek Kerinci Pos 2 ke Pos 3 Indonesia A-Z
Trek Kerinci Pos 2 ke Pos 3
Pos 3 Kerinci Pondok Panorama 2.211MDPL Indonesia A-Z
Pos 3 Kerinci Pondok Panorama 2.211MDPL

Pos 3 – Shelter 1: 1.5 jam

Jalurnya makin menantang, harus manjat di beberapa titik, lewatin beberapa lorong dengan ranting di atasnya. Kalau ketemu pohon dengan batang yang bolong, berarti sudah setengah perjalanan. Gue nunggu rombongan trip di pohon bolong, snacking sekalian istirahat.

Trek Kerinci Pos 3 ke Shelter 1 Indonesia A-Z
Trek Kerinci Pos 3 ke Shelter 1
Pohon bolong Kerinci antara Pos 3 dan Shelter 1 Indonesia A-Z
Pohon bolong Kerinci antara Pos 3 dan Shelter 1

Sampai di Shelter 1 jam 12 kurang, pas untuk jam makan siang. Nasi ayam, sayur sop, kerupuk dan sambal + semangka. Teman setenda gue makan ga habis, sempat gue ingetin nasinya dihabiskan, dia bilang takut perut ga nyaman kalau kebanyakan, jadi yasudahlah ada guide kalau dia ga kuat. Gue minta refill air, ternyata kata guide sumber airnya jauh, jadi gue dikasih air dari botol air minum guide.

Shelter 1 Kerinci 2.520 MDPL Indonesia A-Z
Shelter 1 Kerinci 2.520 MDPL

Shelter 1 – Shelter 2: 3.5 jam

12.20 mulai jalan lagi, langsung ketemu tanjakan dan lorong-lorong semakin banyak. Di sini ketemu beberapa jalur tangga, tanaman yang jarang atau ga pernah gue lihat kayak kantong semar. Ada hutan lumut yang cantik banget dan beri hutan.

Tangga di jalur Kerinci Indonesia A-Z
Tangga di jalur Kerinci
Trek Kerinci Shelter 1 ke Shelter 2 Indonesia A-Z
Trek Kerinci Shelter 1 ke Shelter 2

Berhenti beberapa kali dan istirahat di Shelter 2 bayangan. Baru sampai di Shelter 2 sekitar jam 4 sore. Di sini adalah batas aman jalur pendakian. Menariknya, ada sinyal! Istirahat lumayan lama di sini karena medan ke Shelter 3 lebih banyak manjat.

Shelter 2 Kerinci 3.045 MDPL Indonesia A-Z
Shelter 2 Kerinci 3.045 MDPL

Shelter 2 – Shelter 3: 1 jam 45 menit

Pas mau jalan dari Shelter 2, teman setenda gue agak pucat dan dia lebih diam dari sebelumnya, ternyata mulai lelah dan kedinginan. Akhirnya carrier 40 liter dia dibawain guide sampai ke Shelter 3. Pelajarannya: makan di gunung itu harus dihabiskan karbonya, butuh tenaga ekstra.

Lorong tikus Kerinci antara shelter 2 ke shelter 3 Indonesia A-Z
Lorong tikus Kerinci antara shelter 2 ke shelter 3

Ini trek Kerinci yang memorable, kalau dipikir ga paham gimana caranya gue bisa naik dengan pegangan 2 akar kayak setengah pull-up sambil bawa carrier. Begitu berhasil naik, gimana caranya nanti turun? Pikirin nanti pas turun. Yang terkenal di sini lorong tikus, lorong panjang dengan tumpukan ranting di atasnya. Tanjakan di Shelter 2 ke 3 itu tingginya rata-rata seketek gue, jadi harus manjat, makanya trekking pole sudah ga guna lagi. Di salah satu tanjakan yang tingginya seleher, dengkul kiri gue kepentok batu pas naik, karena telat narik kaki.

Tips: ga usah lihat jauh ke depan seberapa tinggi, fokus aja yang di depan mata. Atur napas dan banyakin cemilan karbo, haha laper banget di tengah tanjakan makan Pringles dulu.

Shelter 3 (Camp Area) 3.306 MDPL

Danau Gunung Tujuh dari Kerinci Indonesia A-Z
Danau Gunung Tujuh dari Shelter 3 Kerinci

Akhirnya tepat jam 6 gue sampai di camp area! Danau Gunung Tujuh kelihatan jelas dari depan tenda dan sore itu sunsetnya cantik banget. Lusa gue ada di danau itu (pikir gue hari itu). Istirahat dan foto sunset sebentar sebelum makan malam. Makan malam itu sop baso, nugget dan kerupuk + teh manis. Semua berjalan normal sampai gue sadar teman gue ga keluar dari tenda sejak sampai di camp area.

Sunset di Shelter 3 Kerinci Indonesia A-Z
Sunset di Shelter 3, camp area

Sakit di Ketinggian 3.306 MDPL

Teman setenda gue lemas, dia langsung tidur tanpa lepas sepatu atau ganti pakaian. Waktu dibangunin, dia bilang muntah waktu minum teh manis. Mulai khawatir karena dia kedinginan dan telapak kaki kanannya keram. Makan malam ketendang dan tumpah, jadi gue panggil guide buat minta makanan lagi. Takut banget karena setenda cuma berdua. Ga paham dia muntah karena asam lambung atau kedinginan karena hipo atau lemas karena AMS (Acute Mountain Sickness) atau keram karena apa. Gue suapin supaya ada makanan yang masuk. Guide bantu pijat kaki dia dan kasih botol air hangat untuk kompres + teh super manis setelah makan. Begitu dia tidur dan terdengar pulas, gue agak tenang.

Makan malam di Shelter 3 Indonesia A-Z
Makan malam di Shelter 3

Sleeping System

Camp area di shelter 3 Kerinci 3.306 MDPL Indonesia A-Z
View dari camp area di Shelter 3 (kursi milik peserta, bukan fasilitas TO)

Buat gue ini penting karena di gunung perlu cukup tidur. Supaya bisa tidur gue perlu sleeping system yang nyaman untuk ukuran gunung. Ga tahan dingin, jadi perlu 3 top layers: heattech, fleece, down jacket. Untuk celana pakai heattech legging, kadang dilapis down pants. Beanie, sarung tangan, kaos kaki dan base camp shoes kalau perlu. Bawa juga hand and foot warmer, dipakai kalau ternyata dingin banget. Sleeping bag gue pakai yang suhu nyaman di 7 derajat dan matras angin supaya lebih empuk.

Summit Jam 6 Pagi

Sunrise di Shelter 3 Kerinci Indonesia A-Z
Sunrise di Shelter 3 sebelum summit

Rencana summit jam 3 pagi, tapi ternyata hujan. Sekitar 3.30 dikasih sarapan roti dan teh manis, kemudian tidur lagi dan start summit sekitar jam 6 pagi. Trek awal tanah dan pasir, menanjak tapi belum terlalu curam. Ada Batu Gantung di sekitar setengah perjalanan. Ketika sampai di Tugu Yuda, agak datar, puncak sudah kelihatan.

Trek dari camp area ke puncak Kerinci Indonesia A-Z
Trek awal dari camp area ke puncak
Batu Gantung menuju puncak Kerinci Indonesia A-Z
Batu Gantung menuju puncak
Tugu Yudha Kerinci 3.690 MDPL Indonesia A-Z
Tugu Yudha Kerinci 3.690 MDPL

Puncak Indrapura Kerinci 3.805 MDPL

8.20 akhirnya sampai di Puncak Indrapura Kerinci, kawahnya masih tertutup kabut. Ga lama, kabut bergeser dan kawah terlihat, yap, gue berdiri persis di pinggir kawah gunung api tertinggi di Asia Tenggara. Sekitar 30 menit bengong dan foto di pinggir kawah kemudian turun, bau belerangnya cukup kuat, jadi lebih baik pakai buff.

Puncak Kerinci 3.805 MDPL the highest volcano in Southeast Asia Indonesia A-Z
Puncak Kerinci 3.805 MDPL

Turun dari Puncak ke Camp Area

Trek batu merah sekitar puncak Kerinci 3.805 MDPL Indonesia A-Z
Trek batu merah sekitar puncak

Di beberapa gunung, turun biasanya lebih menghabiskan tenaga daripada naik. Buat gue berlaku juga di Kerinci. Dengan kemiringan terjal dan kabut, gue sempat nyasar karena jalan duluan dari guide beberapa meter di depan. Kabutnya tebal, ga kelihatan jalurnya jadi jalan lurus aja (rasanya), ternyata gue sampai di jalur yang kiri kanannya curam. Gue berhenti di dekat pohon cantigi sambil manggil guide, untungnya kabut hilang dan gue dibantu guide balik ke jalur yang benar. Makasih, Bang! Begitu sampai tenda, makan siang dan packing untuk turun.

Kemiringan menuju Puncak Kerinci Indonesia A-Z
Kemiringan sebelum Puncak Kerinci

Turun dari Camp Area ke Pintu Rimba 12 Jam

Iya 12 jam, ga salah ketik kok, dari jam 12 siang sampai jam 12 malam. Normalnya 6 jam, but anything can happen in the mountain. Start dari Shelter 3 sekitar jam 12, gue dan teman setenda, berdua karena rombongan lain jalan duluan, dan guide di belakang akan nyusul. Cukup menantang, turun merosot dengan carrier di beberapa titik, terlalu berisiko buat lompat. Jalur lumayan susah dan sekitar jam 12 hujan deras, makin pelan jalannya karena licin. Sempat berhenti, kemudian hujan deras lagi dari jam 2 siang sampai jam 12 malam. HP gue di tas, fokus gimana caranya ga terpeleset atau jatuh. Lutut teman gue mulai sakit, jadi kami lebih sering istirahat.

Trek dari shelter 3 ke shelter 2 Kerinci Indonesia A-Z
Trek dari shelter 3 ke shelter 2

Kami jalan bareng guide di pertengahan Shelter 2 ke Shelter 1. Estimasi awal sampai Pintu Rimba sekitar jam 6, tapi karena makin sering berhenti dan mulai gelap, estimasi mundur ke jam 9, 10, sampai akhirnya jam 12 malam. Badan bagian atas dan carrier gue aman, tapi pinggang ke bawah sudah basah dan penuh lumpur karena gue ga lapis celana jas hujan. Di sini gue memutuskan ga ke Gunung Tujuh karena sepatu basah dan kotor.

Jalur turun buat gue ujian mental, bukan fisik lagi.

Bayangin jalur curam, hujan, licin, lumpur, gelap (walaupun pakai headlamp), bawa carrier dan terakhir makan itu jam 11 siang. Mau jalan duluan terlalu berisiko karena sudah gelap, mau ga mau nungguin teman yang jalan pelan dituntun dan berhenti beberapa puluh meter karena lututnya sakit. Ga ada pilihan.

Kondisi sampai pintu rimba kerinci Indonesia A-Z
Kondisi sampai di Pintu Rimba

Pas jam 10 malam, snack habis dan gue lapar, ngantuk, pinggang ke bawah pegal, kotor, dan basah. Kata guide dia punya roti, ekspektasi gue kayak roti sebelum summit. Ternyata biskuit Roma kelapa, sedih, tapi tetap makan daripada lemas. Dari yang awalnya ada tenaga tanya guide “kiri atau kanan” pas ketemu percabangan, 2 jam terakhir lebih pilih diam, berhemat tenaga sampai Pintu Rimba. Waktu naik dari Pintu Rimba ke Pos 1 cuma 15 menit, pas turun hampir 1 jam. Headlamp habis baterai pas jalan dari Pintu Rimba ke penjemputan pick-up. Baru sampai di base camp lagi jam 1 pagi, sudah ganti hari. Kalau bukan ujian mental apa namanya? Hahaha.. Thank God, kaki aman sampai ke Padang.

Disclaimer: Tulisan ini adalah blog pribadi, bukan komersil. Sesuai dengan pengalaman pribadi penulis, bukan kolektif. Waktu dan pengalaman pendakian di jalur yang sama dengan trip yang sama bisa memberikan pengalaman yang berbeda.

Rencana ke Kerinci baru pasti di 2 minggu terakhir jadi ga sempat research trip operator (TO). Buka Instagram, ketik Kerinci, keluar beberapa nama akun TO di Kerinci, kontak via WA 2 TO yang muncul paling atas karena beberapa mutual friends follow akun ini. Admin TO yang pertama agak lama balasnya dan TO kedua cukup responsif, jadilah gue pakai TO kedua. Pelajaran di sini, ga cuma cek responsif atau ga, tapi perlu ada website yang meyakinkan. Trip Kerinci ini penuh kejutan, ada ceritanya di akhir tulisan ini.

Harga Trip Kerinci

Harga trip ini Rp1.500.000 sudah termasuk tenda, makan, ekstra buah, guide, dokumentasi, dan sertifikat. Sampai sekarang dokumentasi dari kamera belum di-share dengan alasan yang beda tiap minggunya. Diminta DP Rp150.000 via BCA ke rekening pribadi bukan PT dan ga dapat tanda terima. Berusaha maklum, mungkin tanda terima nanti pas lunas. Untuk pelunasan di H-1 ini diminta transfer ke Bank Mandiri pribadi (agak aneh, sebelumnya BCA) dan ketika pelunasan ga ada tanda terima. Berusaha maklum lagi, mungkin emang open trip di sini seperti ini. Untuk sertifikat sepertinya ga dicek lagi, belum selesai kalimatnya, gantung.

Penjemputan di Padang: Delay 2.5 jam dan Kecoak di Travel

Diinfokan admin dijemput jam 10 di penginapan, gue standby dari jam 10 kurang. Sampai jam 11 ga ada kabar, tanya ke admin dioper ke travel. Baru tau pas pulang, ternyata ada miskom antara admin dan travel tentang penjemputan peserta yang dari bandara pagi itu, tapi ga ada info apapun di group. Mau makan siang, takut travel datang, tetap nunggu tapi ga jelas dijemput jam berapa, dan akhirnya baru dijemput 12.20. Diinfo admin kalau driver biasanya akan berhenti untuk makan siang. Waktu mobil travel datang dan pintu tengah dibuka, selimut lepek amburadul di kursi, gue bilang duduk depan aja. Pas pintu depan dibuka, banyak kecoak kecil keluar. Failed banget! Baru duduk, driver tanya “turun dimana?” admin ga ada info di group, asumsi gue dia info ke travel, tapi ternyata komunikasinya failed juga.

Setelah komplain langsung dan ketemu admin di base camp, jawaban admin adalah “adminnya cuma satu, saya sendiri”. No comment. Besoknya karena ga ikut ke Gunung Tujuh, gue balik ke Padang siang dan dapat mobil travel yang bersih dan nyaman, walaupun penjemputan tetap ngaret 1.5 jam.

Dengan semua kejadian di atas, gue ga bisa merekomendasikan TO yang gue pakai kemarin, bisa DM untuk nama TO-nya.