Merbabu via Wekas: Jalur Terpendek 3.5 Jam ke Camp Area
Setelah Merbabu via Suwanting di 2023 dan lintas jalur Merbabu Wekas-Selo di 2015, kali ini balik ke Merbabu via Wekas. Rencana awal ke Merbabu via Thekelan, tapi berhubung jalur tutup jadi reroute lewat Wekas, napak tilas jalur 10 tahun lalu.
Jalur Terpendek Pendakian Merbabu

Kenapa Wekas adalah jalur terpendek di Merbabu? Karena “hanya” 3.5 jam sampai ke camp area dan elevation gain “hanya” sekitar 700 meter. Base camp berada di ketinggian 1.800an MDPL dan camp area di pos 2 di ketinggian 2.500an MDPL. Ditambah bisa naik ojek dari basecamp ke Merbabu Pass, jadi lumayan menghemat waktu. Kami memutuskan nenda di pos 2 karena beberapa minggu terakhir Merbabu berangin, riskan kalau di pos 3 karena terlalu terbuka. Selain itu, di pos 2 kalau cerah bisa lihat sunset dengan pemandangan Sindoro dan Sumbing.

Pendakian kali ini bareng dengan Raras, partner gunung gue belasan tahun sejak 2013 Papandayan, Rinjani, Agung, dan Lawu. Ditemani Mas Away dan Fikri yang nemenin gue ke Ungaran, Sindoro, dan Sumbing. Pendakian ini kemping ceria karena jalan santai dan logistik berlebih.
Jakarta-Salatiga

Untuk menghemat waktu, dari Jakarta kami memilih sleeper bus Agra Mas, naik dari Pasar Rebo, bukan terminal Kampung Rambutan. Dengan harga Rp390.000 dapat makan malam, snack dan air mineral, oke banget. Berangkat 19.20 dan sampai di Terminal Tingkir Salatiga sekitar jam 4 pagi. Sedikit ngaret dari jadwal, tapi masih oke ga lebih dari 1 jam.
Karena masih pagi, jadi mampir ke Kawan Lama Outdoor milik Mas Away untuk istirahat dan repacking. Gue sewa sleeping pad (matras angin), lebih nyaman dari matras konvensional. Persiapan logistik: makan malam dengan 1 kg daging yang sudah dimarinasi, kentang, wortel, buncis, jagung. Untuk empat orang, asupan protein aman. Untuk nasi goreng, supaya ga repot, akan beli nasi putih di Base Camp (BC) untuk dibungkus.
Salatiga – Base camp Wekas

Berangkat dari Salatiga sekitar jam 8 pagi menuju BC Wekas. Pagi itu sarapan di Tumpang Koyor Mbah Sabar dan bungkus nasi langgi Sukses. Tumpang koyor sekitar Rp20.000 (bisa lebih dari ini tergantung lauknya) porsinya pas untuk sarapan dan rasanya oke. Lanjut bungkus nasi langgi Rp25.000 isinya lengkap dan enak, ada empal, telur, kering kentang, kentang balado, serundeng. Rekomendasi kuliner Salatiga lainnya bisa dilihat di sini. Ketika hampir sampai di basecamp, langsung pemandangan jejeran gunung di Jawa Tengah: Sumbing, Sindoro, Prau, Telomoyo.

BC Wekas 1.800 MDPL – Pos 1 Telaga Arum 2.100 MDPL

Di Wekas, kami mampir di BC Adi Putra, sekitar 30 menit cek peralatan dan ke toilet. Semua biaya pendakian gue titip Mas Away yang urus, ada di akhir untuk detail biaya. Dari BC kami naik ojek sampai Merbabu Pass, lumayan menghemat waktu jadi sekitar 10 menit, Rp15.000/ojek. Jalur ojeknya manusiawi banget kalau dibanding ojek di Sindoro apalagi Sumbing yang bikin doa sepanjang jalan.

Pendakian dimulai dari Merbabu Pass (sekitar 10.45), jalurnya rimbun jadi ga terlalu terik, cukup menyenangkan. Trek dari Merbabu Pass 1.890 MDPL ke Pos 1 2.100 MDPL cukup landai, jalan santai dan sampai di Pos 1 sekitar 11.30. Istirahat sebentar untuk minum dan makan snack, gue bawa kurma kismis dan kacang-kacangan. Apa yang dimakan itu ngaruh banget ke tenaga dan mood selama pendakian. Walaupun judulnya kemping ceria, tapi karena nanjak, bawa carrier dan jalan lebih dari 2 jam, jadi karbohidrat jadi snack utama. Kurma dan kismis cepat jadi tenaga.
Tips: jangan diet kalau lagi trekking, tar nyusahin orang lain kalau ga kuat jalan. Walaupun jalur Merbabu via Wekas ini cenderung landai dan cukup pendek, tetap harus ada persiapan fisik, latihan untuk kekuatan kaki dan punggung (bawa carrier atau pakai trekking pole). Pakai peralatan yang sesuai: sepatu, jaket, tas, dan jas hujan.
Pos 1 Telaga Arum – Pos 2 Kidang Kencana 2.500 MDPL

Semakin dekat ke Pos 2 trek mulai terbuka, punggungan Merbabu mulai terlihat. Beruntung cuaca hari itu cerah, langitnya biru dengan awan bergerak. Ada beberapa tanaman yang cukup menarik perhatian, bunga putih mirip baby breath dan bunga ungu bulat memanjang (gue ga tau apa nama bunga ini, tapi cantik banget).

Sempat berhenti sekali lagi di jalur sekitar 12.30 karena sudah jam makan siang, waktunya makan bakpao. Demi keamanan dan kenyamanan lambung, harus makan tepat waktu walaupun di gunung. Makin dekat ke Pos 2 jalannya makin lambat karena trek makin terbuka dan pemandangan makin bagus. Makasih ke Fikri yang jago banget ambil foto dan video, happy deh! Kami sampai di Pos 2 camp area sekitar 14.10, bagus banget langitnya.

Tenda sudah siap, makasih ke Mas Away yang gercep, sudah sampai di pos 2 lebih awal. Kami nenda di Pos 2 karena ada toilet dan ga terlalu terbuka, jadi aman ga terlalu berangin. Late lunch dengan nasi langgi yang bungkus dari Salatiga sambil liatin awan bergerak di atas Merbabu, damai banget rasanya.

Sunset di Pos 2 Wekas
Sore itu agendanya cuma nunggu sunset. Makin sore makin berangin, tapi pemandangannya makin cantik. Ga banyak yang bisa diceritakan dengan kalimat, foto-foto di bawah ini sepertinya cukup untuk ceritain gimana cantiknya sunset di Merbabu.


Dari langit masih terang dengan awan putih sampai matahari turun, langit mulai orens dan gelap. Betah banget duduk bengong nungguin sunset, sambil foto video dari 16.30 sampai sekitar 18.00. Dari ujung kiri sampai ujung kanan, semua bagus! Semua foto dan video pakai HP aja.




Setelah puas menikmati sunset, waktunya makan malam. Beef slices yang sudah dimarinasi dan sayuran rebus, tanpa gorengan. Menghindari perut kembung, ada protein dan karbohidratnya, pas banget buat makan malam di gunung. Mas Away bawa daging 1 KG untuk 4 orang, dimasak semua malam itu, tapi hanya dimakan sebagian, jadi sebagian bisa untuk nasi goreng sebelum turun besok.
Pos 2 – Pos 3

Rencana mau summit dan mulai jalan jam 3 pagi. Gue dan Raras sudah bangun, tapi pagi itu angin kencang, jadi setelah sarapan roti kukus, kami tidur lagi hahaha.. Baru keluar tenda sekitar jam 6 pagi dan masih berangin, tapi ga seheboh waktu masih gelap. Perjalanan ke Pos 3 cukup menantang, bukan karena elevasinya tapi anginnya. Sempat beberapa kali berhenti dan diam di balik batu karena angin terlalu kencang. Di Pos 3 ada tenda yang sobek karena angin dan pemiliknya sedang muncak. Karena hari itu berangin dan kami sudah terlalu siang, kami memutuskan hanya sampai ke Puncak Pemancar, ga ke Triangulasi atau puncak lainnya.
Puncak Pemancar 2.880 MDPL

Dari pertigaan setelah Pos 3, belok ke kiri untuk menuju ke Puncak Pemancar. Cantik banget pemandangan dari Puncak Pemancar. Kelihatan jelas punggungan Merbabu jalur ke arah Puncak Triangulasi dan puncak lainnya, sepintas mirip Torean lansekapnya. Kalau lewat jalur Thekelan, pendaki akan melewati Puncak Pemancar ini untuk ke Puncak Triangulasi dan puncak lainnya. Disebut Puncak Pemancar karena dulunya ada pemancar yang beroperasi di sini, sekarang tinggal shelter-nya. 9.30 mulai turun balik ke Pos 2 supaya ga kesorean sampai di Wekas.

Perjalanan Turun

Perjalanan turun cukup cepat, angin ga sekencang waktu naik. Begitu sampai di tenda, buah sudah tersedia, nasi goreng beef slices sedang dimasak, benar-benar kemping ceria, makasih Mas Away! Ga selalu semuanya cerita menyenangkan, ternyata flysheet sobek saking kencangnya angin tadi pagi. Mas Away jaga tenda selama kami bertiga ke atas.

Setelah brunch nasi goreng beef slices, beres-beres tenda dan sampah, kami siap turun. Gue suka camping di Pos 2 Wekas karena ada toilet dan air ngalir. Ga perlu cari semak-semak atau gali tanah pakai pisau komando. Kami turun dari Pos 2 sekitar 12.40, sampai di BC Wekas langsung balik ke Salatiga. Menyenangkan pendakian Merbabu Wekas ini, cerah dan ceria. Next mau coba Thekelan atau Cuntel, tergantung kondisi jalurnya.
Biaya (kemping ceria) Merbabu via Wekas

Simaksi, registrasi, logistik diatur Mas Away, gue terima beres. Ini biaya yang gue dan Raras keluarkan untuk trip kemarin. Disclaimer: biaya berbeda-beda untuk jumlah orang dan preferensi.
- Bus PP (Jakarta-Salatiga) per orang Rp780.000
- Registrasi online 1 team Rp90.000
- Registrasi offline 1 team Rp105.000
- Ojek naik 4 orang Rp60.000
- Ojek turun 4 orang Rp60.000
- Tenda kapasitas 2 orang Rp35.000
- Matras angin Rp50.000
- Logistik Rp449.000
- Porter Rp800.000
- Guide Rp850.000
- Mobil dari Salatiga ke Wekas Rp375.000